Senin, 17 Maret 2014

Melepas Demi Kebahagiaan

IKHLAS MELEPAS DEMI BAHAGIANYA"
Sebagian Sufi mengatakan : "Cinta yang Agung adalah ketika kita masih mau meneteskan air mata dan kita masih peduli terhadap seseorang, ketika dia sudah tidak mau mempedulikan kita lagi. Sedangkan kita masih sanggup menunggunya dengan setia. Dan ketika dia sudah mulai mencintai dan memilih orang lain, kita masih mampu tersenyum sembari berkata : "Aku turut bahagia untuk kebahagiaanmu."





Ada saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang itu berhenti mencintai kita.

Akan tetapi karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih bahagia apabila kita rela "MELEPASKAN KEPERGIANNYA."

Ada saatnya kita merasa bahagia ketika kita mendapatkan cinta.
Ada saatnya pula kita harus mengikhlaskan hati ketika kita kehilangan cinta.

Demi bahagianya..
Kenapa kita tidak berusaha untuk mengikhlaskan saja kepergiannya?

Kira-kira kita sanggup nggak ya?

Tidak ada komentar: