Selasa, 25 Maret 2014

BELAJAR DARI SEBUAH PENSIL


 
"Pensil itu mempunyai 5 kualitas yg bisa membuat kita selalu tenang dalam menjalani hidup, jika kita selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini."


1. Kualitas yang pertama
Pensil mengingatkan kita kalau kita bisa berbuat hal yg hebat dalam hidup ini. Tetapi layaknya sebuah pensil ketika menulis, kita jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kita dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan TUHAN.
DIA akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya."

2. Kualitas kedua
Dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kita, dalam hidup ini kita harus berani menerima penderitaan dan pencobaan dan tantangan dalam kehidupan, karena hal itulah yg akan membuat kita menjadi orang yg lebih baik.

3. Kualitas ketiga
Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu, kita selalu diberi kesempatan memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yg benar.

4. Kualitas ke empat
Bagian yg paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yg ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah menyadari hal-hal di dalam diri kita.
Instropeksi diri dan jangan mudah menyalahkan orang lain.

5. Kualitas ke lima
Sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kita harus sadar kalau apapun yg kita perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan dan perkataan agar tidak menyakiti orang lain.

catatan : Semakin lama dipakai, semakin pendeklah sebuah pensil.Hal ini mengingatkan kita untuk mengingat kepada kematian, bahwa tidak selamanya kita akan hidup di dunia. Yang terpenting bukanlah seberapa panjangkah umur kita, tetapi seberapa banyakkah tulisan-tulisan pensil yang telah kita torehkan.

Tidak ada komentar: