Selasa, 25 Maret 2014

CERITA TENTANG LILIN



Ada empat buah lilin yang menyala, sedikit demi sedikit habis meleleh, suasana begitu sunyi sehingga terdengar percakapan mereka.
yang pertama berkata:
“AKU ADALAH DAMAI, namun manusia tidak bisa menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diriku sendiri saja!!”
Demikianlah hingga sedikit demi sedikit sang lilin padam,…

yang kedua berkata:
“AKU ADALAH IMAN, sayang aku tidak berguna lagi. Manusia tidak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesei bicara tiupan angin memadamkannya. Dengan sedih giliran lilin ketiga berkata:
“AKU ADALAH CINTA.
Tak mampu lagi aku tuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci orang yang mencintainya, membenci keluarganya."
Tanpa menunggu waktu lama sang lilin kemudian padam.
tanpa terduga,..
Seorang anak masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan ia kemudian berkata :
“Ah,,apa yang terjadi?! Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan.”
mereka menangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu lilin keempat berkata:
“Jangan takut, jangan menangis, selama aku ada dan menyala, kita dapat menyalakan ketiga liiln lainnya. AKULAH HARAPAN.”
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil lilin harapan, lalu mulai menyalakan ketiga lilin lainnya.
APA YANG TIDAK AKAN PERNAH MATI HANYALAH HARAPAN YANG ADA DALAM HATI KITA….
DAN MASING-MASING KITA SEMOGA DAPAT MENJADI ALAT, SEPERTI SANG ANAK TERSEBUT, YANG DALAM SITUASI APAPUN DAPAT MENGHIDUPKAN KEMBALI IMAN, DAMAI, DAN CINTA,…DENGAN HARAPANnya…
Demikianlah hingga sedikit demi sedikit sang lilin padam,…
yang kedua berkata:
“AKU ADALAH IMAN, sayang aku tidak berguna lagi. Manusia tidak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesei bicara tiupan angin memadamkannya. Dengan sedih giliran lilin ketiga berkata:
“AKU ADALAH CINTA.
Tak mampu lagi aku tuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci orang yang mencintainya, membenci keluarganya."
Tanpa menunggu waktu lama sang lilin kemudian padam.
tanpa terduga,..
Seorang anak masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan ia kemudian berkata :
“Ah,,apa yang terjadi?! Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan.”
mereka menangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu lilin keempat berkata:
“Jangan takut, jangan menangis, selama aku ada dan menyala, kita dapat menyalakan ketiga liiln lainnya. AKULAH HARAPAN.”
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil lilin harapan, lalu mulai menyalakan ketiga lilin lainnya.
APA YANG TIDAK AKAN PERNAH MATI HANYALAH HARAPAN YANG ADA DALAM HATI KITA….
DAN MASING-MASING KITA SEMOGA DAPAT MENJADI ALAT, SEPERTI SANG ANAK TERSEBUT, YANG DALAM SITUASI APAPUN DAPAT MENGHIDUPKAN KEMBALI IMAN, DAMAI, DAN CINTA,…DENGAN HARAPANnya…
Demikianlah hingga sedikit demi sedikit sang lilin padam,…
yang kedua berkata:
“AKU ADALAH IMAN, sayang aku tidak berguna lagi. Manusia tidak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesei bicara tiupan angin memadamkannya. Dengan sedih giliran lilin ketiga berkata:
“AKU ADALAH CINTA.
Tak mampu lagi aku tuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci orang yang mencintainya, membenci keluarganya."
Tanpa menunggu waktu lama sang lilin kemudian padam.
tanpa terduga,..
Seorang anak masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan ia kemudian berkata :
“Ah,,apa yang terjadi?! Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan.”
mereka menangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu lilin keempat berkata:
“Jangan takut, jangan menangis, selama aku ada dan menyala, kita dapat menyalakan ketiga liiln lainnya. AKULAH HARAPAN.”
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil lilin harapan, lalu mulai menyalakan ketiga lilin lainnya.
APA YANG TIDAK AKAN PERNAH MATI HANYALAH HARAPAN YANG ADA DALAM HATI KITA….
DAN MASING-MASING KITA SEMOGA DAPAT MENJADI ALAT, SEPERTI SANG ANAK TERSEBUT, YANG DALAM SITUASI APAPUN DAPAT MENGHIDUPKAN KEMBALI IMAN, DAMAI, DAN CINTA,…DENGAN HARAPANnya…

Demikianlah hingga sedikit demi sedikit sang lilin padam,…
yang kedua berkata:
“AKU ADALAH IMAN, sayang aku tidak berguna lagi. Manusia tidak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesei bicara tiupan angin memadamkannya. Dengan sedih giliran lilin ketiga berkata:
“AKU ADALAH CINTA.
Tak mampu lagi aku tuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci orang yang mencintainya, membenci keluarganya."
Tanpa menunggu waktu lama sang lilin kemudian padam.
tanpa terduga,..
Seorang anak masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan ia kemudian berkata :
“Ah,,apa yang terjadi?! Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan.”
mereka menangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu lilin keempat berkata:
“Jangan takut, jangan menangis, selama aku ada dan menyala, kita dapat menyalakan ketiga liiln lainnya. AKULAH HARAPAN.”
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil lilin harapan, lalu mulai menyalakan ketiga lilin lainnya.
APA YANG TIDAK AKAN PERNAH MATI HANYALAH HARAPAN YANG ADA DALAM HATI KITA….
DAN MASING-MASING KITA SEMOGA DAPAT MENJADI ALAT, SEPERTI SANG ANAK TERSEBUT, YANG DALAM SITUASI APAPUN DAPAT MENGHIDUPKAN KEMBALI IMAN, DAMAI, DAN CINTA,…DENGAN HARAPANnya

Tidak ada komentar: