Minggu, 21 September 2014

Mencari ketenangan jiwa (part4)



Saat seseorang membalas dengan kasar pada apa yang kau lakukan, atau kalau seseorang dapat hadiah karena kekasarannya, lalu ada yang terpaksa berpikir apa gunanya bersikap baik dan bertindak etis. Tapi akan ada orang yang berpikir betapa kasar perilaku manusia.

Seorang manusia yang memiliki perilaku yang kasar jarang merasakan kedamaian dan tidak pernah merasakan stabilitas. Manusia seperti itu akan selalu merasa gelisah. Keyakinan membuatnya mengejar hal itu selamanya, apa itu kebahagiaan. Tapi dia yang punya etika, dia yang memiliki kebaikan, dan dia yang punya perilaku ramah akan merasakan kedamaian.

Tidak ada yang membuktikan tantangan seperti itu bagi manusia. Manusia seperti itu selalu menerima penghargaan dan ketenangan. Itu membuktikan bahwa itu bukan cara mendapatkan kebahagiaan, bahkan orang seperti itu sebenarnya bisa bahagia. Perilaku buruk sebenarnya juga mungkin tidak berarti penderitaan. Ketidakadilan pada saat itu juga bisa menghasilkan penderitaan. Kebenaran tidak akan selalu jadi kebahagiaan, kecuali kebahagiaan itu sendiri.

Tidak ada komentar: