Selasa, 29 April 2014

Salah Kaprah Mengenai Memory RAM PC


Beberapa beranggapan bahwa memory yang mahal perfomanya lebih bagus dari pada memory biasa. Ambil contoh memory high end merek corsair, G-Skill sering kali dipandang memiliki perfoma yang lebih bagus dibanding memory biasa seperti Vgen, Corsair, Elixir, Avexir, dsb. Harga sepertinya memberikan sugesti bahwa ram mahal tersebut punya perfoma yang lebih baik.
Penjual selalu merekomendasikan ram-ram mahal tersebut pada pengguna awam dengan alasan perfomanya lebih bagus. Padahal hal tersebut tidak benar. Memory baik yang harganya mahal maupun yang value dengan spesifikasi sama misalnya DDR3 PC16000 dan settingan Timming yang sama, perfomanya sama. Pertanyaan lalu mengapa harganya lebih mahal???
Ram High End ditujukan untuk pengguna overclocking atau untuk PC yang dioverclock. Prosesor dan motherboard memiliki standart clock maksimal untuk memory. Tindakan menaikkan clock tersebut disebut dengan overclocking. Sebagai contoh prosesor AMD secara default atau bawaan pabrik berjalan pada clock 200mhz dan memory maksimal pada clock 1333mhz. Anda mau menggunakan memory semahalan apapun bahkan clocknya mencapai 2000mhz sekalipun tetap akan berjalan pada clock 1333mhz. ini adalah setting bawaan pabrik bila anda memaksimalkan RAM anda maka anda harus melalukan overclocking.

RAM High End vs RAM Value 
bila bicara pada kondisi default alias bawaan pabrik maka tidak ada beda perfoma. Keunggulan RAM High End akan terlihat pada saat sistem dioverclock. RAM High End dapat berjalan pada clock yang lebih tinggi dari dibanding memory value. Ram high end memang didesain untuk overclocking sehingga perfoma baru kelihatan setelah sistem dioverclock. Memory yang baik untuk overclock adalah memory yang mampu berjalan pada clock tinggi dengan timming yang ketat. Setiap memory high end memiliki karakter yang berbeda ada yang clock tinggi ada yang timming (CL) ketat, dan ada yang memiliki kedua karakter tersebut. Jadi tidak heran bila harga memory high end lebih mahal dari memory value.

Dual Channel = Dual Kit Memory ????
Hal ini juga sering ditanyakan. Banyak yang beranggapan bahwa agar memory dapat berjalan dual channel maka harus menggunakan memory dual kit. Memory Dual Kit memang dibuat untuk tujuan dual channel. Memory dalam dual kit dibuat dalam waktu yang sama dan nomer seri yang berurutan sehingga bisa dibilang identik dan perfoma keduanya keping memory sama. Tapi harap diingat bahwa DUAL CHANNEL TIDAK SAMA DENGAN DUAL KIT MEMORY!!!!
Mari merujuk pada pengertian dual channel memory. Teknologi dual channel diciptakan untuk menaikkan bandwith memory. Cara yang dilakukan adalah dengan menggabungkan jalur transfer data dari dua buah ram menjadi 1 sehingga didapat perfoma yang lebih tinggi. Diibaratkan 2 buah jembatan digabung jadi satu sehingg daya tampungnya menjadi lebih banyak. Prinsip dual channel adalah seperti itu.
Agar memory dapat bekerja dual channel maka dibutuhkan 2 buah ram. Idealny kedua keping ram memiliki spesifikasi clock yang sama. Bisa saja tidak sama nantinya ram dengan clock yang lebih tinggi clock akan mengikuti ram yang lebih rendah. Untuk mendapatkan perfoma dual channel cukup menggunakan 2 buah ram sejenis tidak harus menggunakan dual kit memory
Penggunakan dual kit lebih tepat untuk tujuan overclocking. Dengan menggunakan dual channel kit maka maksimal clock yang didapatkan untuk setiap keping memory saat dioverclock adalah sama sehingga tidak ada yang pincang. Itulah gunanya menggunakan memory dual kit.

Heatspreader vs Non Heatspreader
Ketakutan panas menurut saya adalah alasan mengapa banyak pengguna lebih memilih memory dengan heatspreader. Memang benar fungsi HS adalah untuk mengurangi panas memory yang berlebihan pada chip memory. Penggunaan HS dipandang dapat memperpanjang umur memory. Pemahaman ini tidaklah salah tetapi terkadang penggunaan yang tidak tepat.
Memory dengan HS lebih tepat dan wajib bagi pengguna PC Overclock, sehingga tidak heran bila memory high end dijual dengan HS. Hal ini digunakan untuk meredam panas memory yang terjadi saat memory dioverclock. Namun apakah HS perlu untuk sistem default???
Menurut saya terlalu berlebihan sebuah PC biasa dengan settingan standart menggunakan memory dengan HS. Memory dibuat dengan standart pabrik. Ketika pabrik memberi label clock memory 1333mhz maka memory tersebut dapat berjalan pada 1333 tanpa ada masalah. Tentu sudah pasti lolos pengujian kualitas dari pabrik. Memory dengan kemampuan berjalan pada 1333 akan bersuhu normal sehingga tidak perlu menggunakan pendingin passive tambahan. Sekali lagi pabrik sudah memberi garansi memory tersebut bisa berjalan normal di clock 1333mhz. Jadi tidak perlu memory dengan HS bila PC pada kondisi default. Lagi pula hampir semua merek menerapkan lifetime warranty sehingga tidak masalah menggunakan memory non HS.
Bagaimana jika gosong???
Logika yang masuk akal, memory gosong karena kepanasan. Memory akan panas bila berjalan pada clock diatas standartnya dan voltase memory yang berlebihan. Dalam hal overclocking memang diperlukan penambahan voltase pada memory agar memory dapat lebih stabil. Tindakan ini tentu saja membuat memory kepanasan dan bisa berakibat gosong. Jadi memory tidak akan mengalami gosong bila tidak dioverclock.

Kesimpulannya 
Bila anda tidak mengerti overclock atau komputer anda hanya ingin berjalan dengan settingan pabrik maka cukup membeli memory value biasa. Mengenai merek apa yang anda pilih pertimbangan yang diperlukan adalah masalah kemudahan garansinya. Pilihlah memory yang mudah klaim garansi. Sekali lagi memory high end hanya akan menunjukkan perfomanya ketika sistem dioverclock bila semua pada settingan default, perfomanya akan sama dengan memory value biasa.

Tidak ada komentar: