Kamis, 10 April 2014

RAHASIA UMUR


Lucu, tapi maknanya dalam sekali. Dulu ketika TUHAN menciptakan SAPI, MONYET, ANJING, dan MANUSIA, TUHAN berkata:

"Hari ini aku ciptakan kau sebagai SAPI. Engkau harus pergi ke padang rumput, bekerja di bawah terik matahari sepanjang hari. Aku tetapkan umurmu sekitar 50 tahun." Si SAPI keberatan, "Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun, kiranya 20 tahun cukuplah untukku, ku kembalikan kepadamu yang 30 tahun." Maka setujulah TUHAN.

Di hari ke-2, TUHAN menciptakan MONYET. "Hai MONYET, hiburlah manusia, aku berikan kau umur 20 tahun." Si MONYET keberatan, "Menghibur manusia dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah untukku, ku kembalikan 10 tahun kepadamu." Maka setujulah TUHAN.

Di hari ke-3, TUHAN menciptakan ANJING, "Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang yang mendekat kau harus menggonggonginya. Untuk itu ku berikan umurmu 20 tahun." Si ANJING keberatan, "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun? Cukuplah 10 tahun untukku, ku kembalikan lagi yang 10 tahun kepadamu." Maka setujulah TUHAN.


Di hari ke-4, TUHAN menciptakan MANUSIA, TUHAN berkata kepada MANUSIA: "Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan, kau akan menikmatinya dan ku beri engkau umur 25 tahun." si MANUSIA keberatan, katanya: "Menikmati hidup selama 25 tahun? Itu terlalu singkat TUHAN, karena SAPI mengembalikan 30 tahun umurnya, lalu ANJING mengembalikan 10 tahun, dan MONYET mengembalikan 10 tahun, maka berikanlah semuanya itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun, setuju?" Maka setujulah TUHAN.

Akibatnya:

Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai MANUSIA kita makan, tidur, dan bersenang-senang.

Pada 30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor SAPI, kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita.

Pada 10 tahun kemudian kita membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai monyet yang menghibur.

Pada 10 tahun terakhir kita tinggal di rumah. Duduk (di kursi roda) depan pintu dan menggonggong (batuk) di depan orang yang lewat, uhuk... uhuk...

Makannya, gunakanlah umur kita sebaik-baiknya

Tidak ada komentar: